Keterangan: "Inovator "Gelisha" Ratna, saat menerima peghargaan Top 7 dari Bupati."
Berita Lukman Selasa, 08 Oktober 2019 Dibaca 278 Kali
Masuk Top 7, IDP Minta Perangkat Daerah “Gelisha”

Luwu Utara --- Masifnya penyebaran informasi di media cetak, media daring dan media sosial, mengharuskan setiap individu, kelompok maupun organisasi, baik swasta maupun pemerintah, untuk tidak ketinggalan dalam penyebaran arus informasi tersebut. Tentu dalam hal menyebarkan kebaikan melalui informasi-informasi yang bermanfaat.

Hal ini pula yang melatarbelakangi Dinas Kominfo melahirkan program inovatif berupa Gerakan Like and Share yang diberi akronim “Gelisha”. Usia inovasi ini sudah setahun, sehingga berhak ikut Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Kabupaten beberapa waktu lalu. Hasilnya, Gelisha masuk dalam Top 7 dan berhak ikut KIPP Tingkat Provinsi.  

Masuknya “Gelisha” ke dalam Top 7 boleh dibilang kejutan. Pasalnya, ia menyisihkan beberapa inovasi yang memang sangat diperhitungkan karena diinisiasi oleh para inovator berpengalaman, semisal GIS for E Control, Smart BUMDes, Bertemu Lusa dan Si Darling. Meski demikian, Tim Penilai punya perhitungan lain dalam menetapkan “Gelisha” masuk Top 7.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, pun tak lupa memberikan penegasan agar inovasi ini betul-betul dilaksanakan oleh seluruh Perangkat Daerah Lingkup Pemkab Lutra. Ia dengan tegas meminta PPID Pelaksana di masing-masing Perangkat Daerah untuk aktif melakukan Gerakan Like and Share, utamanya yang terkait dengan kegiatan masing-masing.

“Kalau dulu diam itu emas, maka saat ini kita balik. PPID harus aktif melakukan kegiatan like and share terkait berita tentang kegiatan pemerintah,” kata Indah. “Ini tugas PPID. Jangan kalah sama kecamatan yang terlihat lebih aktif,” sambungnya.  Ia mengatakan, selama ini dirinya menerima informasi melalui gerakan like and share dari Kominfo dan Humas.

Ia mengharapkan ada hal baru yang ia dapatkan dari PPID melalui “Gelisha”. Salah satunya, bagaimana program pemerintah bisa sampai ke masyarakat. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melakukannya. Jangan salahkan kritikan orang lain, karena kita memang tidak memberikan informasi dari program kita kepada masyarakat,” imbuhnya. (LH)