Keterangan: "Logo Badan Pusat Statistik (BPS)"
Berita Fitri Sabtu, 15 Juli 2017 Dibaca 198 Kali
Biaya Hidup Warga Luwu Utara Naik 0,87 Persen

Masamba,- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat garis kemiskinan atau biaya hidup warga Kabupaten Luwu Utara naik 0,87%, yaitu dari Rp251.627 per kapita per bulan pada akhir tahun 2015 menjadi Rp288.081 per kapita per bulan pada akhir tahun 2016.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Utara, Joni Matasik menyebutkan hal itu di Masamba, Jumat, (14/7).

“Perhitungan garis kemiskinan didapatkan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional, yang dilakukan persemester” sebut dia.

Garis kemiskinan, menurur Joni merupakan representasi inflasi bagi masyarakat miskin. Tingkat garis kemiskinan naik mengikuti harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh orang miskin.

Ia menyebutkan kenaikan garis kemiskinan menunjukkan daya beli masyarakat semakin tinggi. Daya beli meningkat karena ada kenaikan pendapatan.

”Berarti ada peningkatan daya beli dan biaya hidup atau juga menyangkut kesejahteraan dan pendapatan yang bertambah,” terangnya.

Garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

” Perhitungan garis kemiskinan didasarkan pada nilai Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemisikinan Non Makanan (GKNM)” ujar Joni.

Garis Kemiskinan Makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkalori perkapita perhari. Sedangkan Garis Kemiskinan Non Makanan adalah kebutuhan minimum untuk perumahan,sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.