Keterangan: "Bupati Indah Putri saat membuka Rakerda DP2KB"
Berita Lukman Sabtu, 25 Maret 2017 Dibaca 197 Kali
Ini Pekerjaan Rumah DP2KB versi Bupati

Masamba ----- Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menyebutkan, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) beserta perangkat di bawahnya, termasuk UPT dan Penyuluh KB. Yang paling menyita perhatian Bupati adalah banyaknya data kependudukan yang tidak akurat, bahkan tidak tersedia di lapangan, sehingga sangat sulit menemukan sinkronisasi antara data dan program yang akan dilaksanakan pemerintah.

“Tidak boleh ada di antara kita ketika ada yang bertanya tentang perkembangan data kependudukan, lantas kita tidak tahu. Jika data saja kita tidak tahu, bagaimana kita bisa menyusun perencanaan dengan baik,” ujar Indah di hadapan ratusan peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas P2KB, Jumat (24/3), di Aula La Galigo Kantor Bupati.

Menurut Indah, validitas data sangat menentukan perencanaan yang disusun, karena jika data tidak valid, menyebabkan lemahnya proses pengendalian kependudukan serta intervensi program menjadi tidak tepat, dan akhirnya salah alamat atau tidak tepat sasaran. “Validitas data sangat menentukan sebagus apa perencanaan yang kita susun. Bukankah selalu disebutkan, jika kita gagal merencanakan, berarti kita sudah merencanakan kegagalan,” ujar Indah lagi.

Indah menambahkan, pekerjaan rumah paling urgen adalah bagaimana menghadirkan keluarga yang berkualitas. Dan itu bisa tercipta jika data kependudukan juga berkualitas. “PR utama kita adalah bagaimana kita menghadirkan keluarga yang berkualitas. Bagaimana generasi muda ini menjadi generasi muda yang produktif, para lansia menjadi lansia yang produktif, karena jika tidak produktif, maka akan menjadi beban pembangunan,” terang Indah.

PR lain yang terintegrasi dengan proses terciptanya keluarga berkualitas adalah bagaimana seluruh stakeholder di dalam tubuh DP2KB mampu menjabarkan angka-angka yang terkait dengan jumlah kelahiran, jumlah pasangan usia subur, jumlah kematian, bahkan jumlah angka putus sekolah.

“PR kita banyak, utamanya yang terkait dengan angka, dan itu harus kita ketahui. Berapa angka kelahiran, angka pasangan usia subur, angka kematian, bahkan kita juga harus tahu berapa angka putus sekolah. Ini penting karena tugas kita pengendalian kependudukan. Mau merencanakan apa jika angka itu tidak diketahui. Jadi, saya minta kepedulian kita semua. Jangan anggap saya marah, tapi anggap saya sebagai orang tua yang peduli dengan kita,” tutup Indah (hms)