Keterangan: "Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat menerima penghargaan Golden Champion pada The 2nd Indon"
Berita Fitri Selasa, 21 Maret 2017 Dibaca 165 Kali
Luwu Utara Terbaik dalam Penyiapan IT

MASAMBA, --- Satu pengakuan berbuah penghargaan sudah pernah diraih Pemerintah Kabupaten Luwu Utara pada 29 November tahun lalu, dimana Kabupaten Luwu Utara meraih predikat Golden Champion pada The 2nd Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) untuk Kategori Kabupaten Kecil. Luwu Utara berhasil menyingkirkan 4 nominator lainnya dalam kategori ini yakni Kabupaten Bangka, Aceh Tenggara, Bintan, dan Klungkung.

Soal prestasi membanggakan ini diungkap langsung orang nomor satu di Luwu Utara, Bupati Indah Putri Indriani dalam Musrenbang Kabupaten kemarin.

“Beberapa waktu lalu, kita telah menerima penghargaan sebagai kabupaten kategori kecil terbaik dalam penyiapan IT. Entah apa indikatornya, tapi yang jelas Luwu Utara punya skor tertinggi dibanding daerah lain. Dan tidak main-main, Menteri Kominfo yang langsung memberikan penghargaan tersebut,” ungkap bupati cantik ini.

Diketahui, penghargaan tersebut diukur berdasarkan sistem Smart Region Maturity Index (SRMI) yang digagas oleh Citiasia Center for Smart Nation. Ini merupakan metode yang diukur berdasarkan data terpublikasi dari berbagai sumber, seperti data kementerian/lembaga, statistik wilayah seluruh Indonesia, dan web resmi pemerintah daerah beserta analisis 72 media cetak nasional dan lokal serta 100 media online.

Smart Region Maturity Indeks (SRMI) merupakan indeks komposit dari Smart Readiness Index dan Smart Region Index yang parameternya diambil dari kerangka kerja smart nation yang dikembangkan oleh Citiasia. Perhitungan SRMI dilakukan terhadap 415 kabupaten, 93 kota, 34 provinsi di Indonesia. Pada pengukuran tersebut, Kabupaten Luwu Utara mendapatkan nilai 59,87 dengan rating A untuk kategori kota dengan populasi kurang dari 300.000 penduduk.

Bupati Indah mengatakan, pengakuan berbuah penghargaan adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Namun, kata Indah, untuk apa pengakuan itu ada, jika seluruh pemangku kebijakan tidak memanfaatkan momentum tersebut untuk menjadi lebih baik lagi sebagai persiapan menuju Luwu Utara yang inovatif dan berdaya saing.

Sementara itu, Kadis Kominfo, Arief Palallo, saat dihubungi membenarkan hal tersebut. Kata Arief, Studi Indonesia Smart Nation Index yang dilakukan CCSN adalah sebuah program kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Saat ditanya apa indikatornya, Arief menjelaskan, indeks ini diukur berdasarkan data terpublikasi, entah itu pemberitaan di media, informasi pembangunan, program dengan sistem online dan aplikasi berbasis internet lainnya. Survei ini juga dianalisis 72 media cetak nasional dan lokal serta 100 media online.

“Yang terberat adalah mempertahankannya karena pasti kabupaten kategori kecil lainnya akan berjuang memperbaiki peringkatnya. Itulah kenapa kita mengoptimalkan manfaat media sosial dan target tahun ini seluruh website SKPD akan kita buat dan fungsikan serta melakukan publikasi yang intens," tandasnya.  (hms/ikp)