Keterangan: "Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Luwu Utara, Komang Krisna"
Berita Lukman Minggu, 18 Oktober 2020 Dibaca 202 Kali
Rerata Angka Kematian Akibat Covid-19 di Luwu Utara Cukup Tinggi

Luwu Utara --- Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Komang Krisna, mengungkap sebuah fakta mengejutkan, bahwa rata-rata angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara terbilang cukup tinggi, yakni 5,4%.

Angkat tersebut tidak main-main, jika mengacu pada angka kematian di beberapa daerah di Indonesia pada medio Oktober 2020 ini. Melansir kompas.com tertanggal 14 Oktober 2020, ada 12 daerah yang memiliki persentase angka kematian paling rendah.

Kabupaten Bogor mewakili persentase terendah di bawah 1 persen, yaitu 0,59%. Disusul Kota Jayapura 1,88 persen, dan Kota Bekasi 1,88 persen. Wilayah Jakarta saja yang sudah masuk transmisi lokal, ada di kisaran dua koma sekian puluh persen.

Jubir Covid-19, Komang Krisna, mengatakan, angka kematian yang cukup tinggi diperparah dengan angka reproduksi efektif (Rt) yang juga masih di atas satu, yakni 1,09. “Sampai 16 Oktober 2020, angka Rt kita masih di atas 1, yaitu 1,09,” ungkapnya.

Itu berarti virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara baru akan tumbuh dan berkembang. Untuk itu, Komang berharap, seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyepelekan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru ini.

“Pengendalian penyebaran Covid-19 menjadi fokus kita, dan kita berharap perhatian dari seluruh  elemen masyarakat untuk bersama-sama menurunkan kasus ini, dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” papar Komang.

Komang mengatakan, cara paling tepat untuk menurunkan Positif Rate (PR) Covid-19 adalah melakukan testing secara massif. “Testing massif bisa dilakukan jika masyarakat memiliki kesadaran dalam memeriksakan diri dengan uji swab,” imbuh dia.

Maka dari itu, lanjut dia, cara yang tepat dilakukan untuk mendukung upaya testing secara massif adalah dengan swab massal di perkantoran, sehingga nantinya bisa diikuti oleh seluruh masyarakat secara sukarela untuk dilakukan uji swab massal.

“Apalagi kalau kita lihat angka kematian rata-rata kita itu masih cukup tinggi, 5,4%,” tandasnya. Data terkini, Minggu 18 Oktober 2020, menyebutkan kasus positif sudah mencapai 312 kasus. Rinciannya 259 sembuh, 36 dikarantina/dirawat dan 17 meninggal dunia. (LH)