Keterangan: "Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, Komang Krisna."
Berita Lukman Kamis, 16 April 2020 Dibaca 15011 Kali
Soal Santri asal Lutra Positif Covid-19, Ini Jawaban Jubir Komang Krisna

Luwu Utara --- Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, Komang Krisna, membantah informasi yang menyebutkan bahwa santri salah satu pesantren di Jawa Timur asal Kabupaten Luwu Utara positif covid-19 berdasarkan hasil rapid test yang ia jalani bersama 40 santri lainnya di Makassar.

“Informasi yang beredar bahwa satu santri asal Luwu Utara positif covid-19 berdasarkan hasil rapid test itu tidak benar,” kata Komang saat dikonfirmasi via ponselnya, Kamis (16/4/2020). Menurut dia, yang benar adalah saat 40 santri ini tiba di Makassar, memang dilakukan pemeriksaan cepat terhadap santri asal Luwu Utara ini.

Namun, lanjut dia, hasil rapid testnya tidak jelas, sehingga belum bisa diambil kesimpulan bahwa santri ini positif atau negatif covid-19. “Rapid testnya kan di bandara. Nah, hasil rapid testnya ini tidak jelas alias buram. Saat mau diperiksa ulang oleh pihak Dinkes Provinsi, orangnya sudah tidak ada,” terang Komang.

Kenapa nama santri ini bisa masuk di WA grup yang saat ini viral? Komang membeberkan bahwa menurut informasi dari Dinkes Provinsi yang melakukan pemeriksaan cepat, ada teman santri ini yang memasukkan namanya ke dalam pusat informasi call center bahwa hasilnya positif. “Ini yang membuat viral, padahal kan belum jelas,” terangnya.

Lanjut ia mengatakan, pihaknya akan menemui santri ini besok 17 April 2020 di kediamannya saat tiba di Masamba guna melakukan rapid test ulang kepada santri ini. “Saat ini yang bersangkutan masih dalam perjalanan ke Luwu Utara. Dan barusan dr. Erwan dari Dinkes Provinsi meminta kami untuk melakukan rapid test ulang,” jelas dia.

Tak hanya rapid test, pihaknya juga akan mengambil sampel swab hidung dan tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan PCR guna memastikan positif atau negatif covid-19. “Insya Allah, besok kita langsung investigasi. Kita lakukan rapid test ulang sesuai anjuran Dinkes Provinsi, kemudian pengambilan sampel swab hidung dan tenggorokan. Kalau hasil rapid testnya positif, maka dia masuk ODP,” tandasnya. (LH)